Wednesday, 18 November 2009

2020

Entah berapa muslim yang dengan senang mengeluarkan uangnya untuk menonton film 2012 tapi bermalas-malasan mendukung perjuangan saudaranya di Palestina menghadapi kezhaliman Israel.

Israel sedang menggencarkan aktivitas perluasan pemukimannya di sekeliling Masjid al-Aqsa. Dengan cara-cara yang zhalim, cara-cara yang tidak beradab, cara-cara yang seharusnya membuat siapapun prihatin, terlebih seorang MUSLIM !!

Apa yang telah kita perbuat?

Fatwa asy-Syaikh al-Albani tentang boikot
Bagaimana perusahaan-perusahaan tersebut mendukung zionis

-------------------------------------------------

Rencana yahudisasi Al-Quds sudah dimulai sejak era perdana menteri Ehud Olmert yang telah mempersiapkan peta Al-Quds tahun 2020, yaitu sejak ia menjabat sebagai kepala distrik Al-Quds. Peta itu telah ia publikasikan sejak tahun 2004 dan dikenal dengan “Al-Quds 2020”. Target dari peta ini adalah mengisolasi kota Al-Quds serta menekan pertumbuhan warga Arab hingga jumlahnya tak lebih dari 12 %, melalui penerapan mayoritas Yahudi di kota tersebut. Merekapun akan memindahkan seluruh kantor pemerintahannya ke Al-Quds, untuk menandaskan bahwa Al-Quds adalah ibukota abadi bagi Israel.

Sementara kebijakan Israel di Al-Quds, meliputi pembangunan permukiman baru, tembok rasial, kebijakan diskriminatif, peraturan ketat pembangunan rumah serta berlanjutnya penyegelan lembaga-lembaga Palestina bertujuan untuk meningkatkan eksistensi Yahudi di Al-Quds Timur dan melemahkan warga sipil Al-Quds serta menghambat pertumbuhan peradaban Palestina serta mengisolasinya dari Tepi Barat.

selengkapnya : infopalestina





2 comments:

  1. tentang perilaku yahudi sudah dipermaklumkan dr 14 abad lalu

    ReplyDelete
  2. mas syamsul headshotnya baru nih, gak ngeh :)

    memang perilaku yahudi sudah dipermaklumkan sejak dulu, dan mereka terus begitu...
    sayangnya perilaku muslim (khususnya dalam hal persaudaraannya), masih belum mengikuti apa yg dipermalumkan sejak dahulu (dan dipraktekkan para pendahulunya).

    ReplyDelete