Tuesday, 23 June 2009
Bolehnya Berdoa di Bulan Rajab
Selama doa itu baik, maka tidak ada larangan tuk melakukannya. Termasuk doa berikut ini
Allaahumma Baarik Lana Fii Rajabi Wa Sya’baan, Wa Ballighna Ramadhaan (Ya Allah, berilah keberkahan pada kami di dalam bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan)
Betul, doa tersebut di atas bukan berasal dari hadits yang shahih, bahkan sebagian ulama hadits menyebutnya munkar, di mana sebagian yang lain mengkategorikannya dhaif (lemah), sehingga tak layak dijadikan hujjah.
Ya, lafazh tersebut tak layak dijadikan hujjah keutamaan bulan rajab, juga tak layak dinisbatkan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Tapi bila kita ingin berdoa dengan lafazh itu, tanpa menisbatkannya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam dan tanpa menganggap bahwa sebaiknya seorang Muslim berdoa dg lafazh itu di bulan rajab, maka insya Allah tidak mengapa, sependek pengetahuan saya.
Hal tersebut seperti doa-doa yang kita lafazhkan dalam bahasa indonesia. Kalau dicari dalil doa2 kita, tentu levelnya di bawah maudhu' (palsu), krn memang tidak ada hadits doa dalam bahasa indonesia. Lebih jauh lagi, imam-imam Masjidil Haram terbiasa menambahkan berbagai macam doa dalam qunut witir mereka di bulan Ramadhan, yang juga tidak punya landasan dalil-dalil yang shahih. Jangankan yang shahih, landasan yang gak shahih pun tidak ada, alias buatan sendiri. Tapi hal tersebut tidak diprotes, bahkan asy-Syaikh al-Utsaimin dalam salah satu tulisannya tentang Doa Qunut memperbolehkan menambah lafazh qunut witir Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan lafazh doa buatan sendiri (selama makna doanya baik). Karena itu, saya melihat, kita perlu membedakan antara menisbatkan suatu lafazh doa pada Nabi shallallahu alaihi wasallam, dan mengamalkan suatu lafazh doa yang baik, tanpa menisbatkannya pada Nabi shallallahu alaihi wasallam.
Wallahu a'lam.
Monday, 22 June 2009
Galau...
Bagi yg merasa,
kuatkanlah hatimu yg terkapar... hehehehe
------------
Galau
oleh: Suara Persaudaraan
Apabila telah tiba masaku
Untuk segera mengakhiri lajangku
Dengan segenap kemampuan Allah berikan
Insya Allah janjiku segera kutunaikan
Tapi bila kuraba dalam hati
Kadang seruntun pertanyaan silih berganti
Adakah semua kulakukan terlalu dini
Berdegup jantung di dada kendalikan diri
Namun pernikahan begitu indah kudengar
Membuatku ingin segera melaksanakan
Namun bila kulihat aral melintang pukang
Hatiku selalu maju mundur dibuatnya
Akhirnya aku segera tersadar
Hanya pada Allah-lah tempat aku bersandar
Yang akan menguatkan hatiku yang terkapar
Insya Allah azzamku akan terwujud lancar
Bimbang....
copy-paste dulu deh, sapa tau jadi mood... ^_^;
bagi aktivis pengajian yg memiliki pemikiran seperti di lirik ini, segeralah sempurnakan setengah agamamu.. :D
---------------------------------------------------------
Bimbang
oleh: Suara Persaudaraan
Kulihat bunga di taman
indah berseri menawan
cantik anggun dan jelita
melambai-lambai mempesona
Semerbak bunga setaman
semarak warna-warnian
memancarkan keanggunan
sejuk dalam cahaya Islam
Ada bertangkai mawar
kaya akan wewangian
khasanah yang memerah
kuning ungu dan merah jambu
Ada si lembut melati
pantulkan putih nan suci
tebarkan harumnya yang khas
tegar baja di medan ganas.
Si kokoh anggrek
berbaris serumpun
menanti siraman kasih sejuk air jernih
Rimbun senyum dahlia
palingkan gundah lara
smua itu bukan tujuan
tetapi bunga Islam
yang tertaburkan benih iman pilihan
Daripada Ga Da Postingan...

Lagi iseng buka folder foto...
Nemu foto waktu di jepun...
Ada yang bisa nebak arti tulisan di jaket biru?
Sunday, 7 June 2009
Lawakan Jepang

Jenis lawakan seperti ini disebut Manzai....
Aphwan bwt yg g ngerti japanese..
But, if you understand it means that ur japanese is good ;)
Convinience Store System desu.. :D
Friday, 5 June 2009
Sampaikanlah Kebenaran Walaupun Pahit..
Biasanya dengan memakai hadits ini kita merasa boleh (bahkan mgkn harus) menyampaikan kebenaran ke orang lain walaupun itu menyakitkan orang tersebut.
Mungkin tidak ada yang salah dengan tafsir tersebut, dan yang pernah saya dengar memang hadits tersebut bisa ditafsirkan lebih seperti itu. Tapi ada seorang ustadz yang mengambil sudut pandang lain ketika membahas hadits tersebut. Beliau mengatakan, pahit yang terjadi karena menyampaikan kebenaran itu selayaknya dirasakan oleh yang menasehati bukan yang dinasehati.
Gimana caranya? Caranya adalah dengan berusaha keras mencari tahu cara penyampaian terbaik sebelum menyampaikannya. Nah, dengan usaha kerasnya inilah si penasehat (mungkin) akan mengalami kepahitan demi memproduksi kebenaran yang ingin disampaikan nya dalam bentuk lembut, halus, dan tidak bersudut (aerodinamis?? ^^;)
"Serulah kepada jalan Rabmu dengan cara hikmah, pelajaran yang baik dan debatlah mereka dengan cara yang lebih baik." (QS An-Nahl [16]: 125)
[edited 13/08/10]
Wednesday, 3 June 2009
RS Omni nyari masalah
Maksudnya pengen menutup pencemaran nama baik, malah makin membukanya...
Aramak... klo kata orang jepang.
link
detiknews_kasus bu Prita
Dukung Bu Prita!
Sebarkan info ini!
Berita RS Omni di kasus lain
RS Omni menolak menyediakan ambulan