Dikemukakan, ribuan etnis Han yang dimukimkan pemerintah Cina di Xinjiang tumpah ke jalan-jalan bersenjatakan pentungan dan lainnya guna memburu etnis Uighur. “Tangkap mereka! Pukul! Pukul! Pukul!” demikian mereka berteriak saat melihat Muslim Uighur. Warga Muslim yang tidak bisa menyelamatkan diri babak-belur hingga sekarat, menjadi bulan-bulanan kebrutalan etnis Han.
link berita
Jika memang hanya doa yang bisa kita berikan, janganlah sampai kita tinggalkan yang satu-satunya itu.
Jika kita bisa berbuat lebih dari itu, mari berbuat.
Allahumma innahum fi hajatin 'ajilatin ila rahamatik
Fa anzil alayhim rahmatika, Ya Arhamar-Rahimin.
Ya Allah mereka sangat butuh akan kasih sayangMu
Maka turunkanlah kasih sayangMu pada mereka...
Sunday, 12 July 2009
Thursday, 9 July 2009
Sore demo boku wa....
静かさや、
身体にしみる、
雨の音。
雨宿りせず、
走り出す。
身体にしみる、
雨の音。
雨宿りせず、
走り出す。
Benar-benar......
本当に人生って大変だな~
この大変さから最も素早く抜き出す方法ってなんだろう?
神に願おうーと。
---------------------------------------------
"Barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan hartanya dia
syahid, barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan
keluarganya atau mempertahankan darahnya atau membela agamanya, maka
dia syahid."
(HR. Abu Dawud, shahih)
"Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum'at atau
malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari
fitnah kubur".
(HR. Ahmad dan Tirmizi, shahih)
"Barangsiapa mengucapkan laa ilaha illallah karena mencari wajah ( pahala )
Allah kemudian amalanya ditutup dengannya, maka ia masuk surga. Barangsiapa
berpuasa karena mencari wajah Allah kemudian amalnya diakhiri dengannya, maka
ia masuk surga. Barangsiapa bershadaqah kemudian itu menjadi amalan
terakhirnya, maka ia masuk surga.
(HR. Ahmad, shahih)
Sensitivitas Perang Pemikiran
Di tengah keterpurukan umat Islam sekarang ini, serangan-serangan melalui medan perang pemikiran terasa begitu mudah merasuki otak-otak kaum muslimin. Meracuni pemikiran-pemikiran yang islami, sehingga ia keluar dari koridor-koridor Ilahi, dan menyalahi fitrahnya sebagai manusia. Mungkin tidak sedikit di antara kita yang (merasa) sudah mengenal medan perang ini, bahkan (merasa) turut berjuang di dalamnya. Jika demikian, maka pertanyaan selanjutnya adalah sejauh mana kita punya "rasa" yang benar dalam mengenali dan mengarungi medan tersebut? Yakinkah kita akan sensitivitas yang kita miliki dalam mendeteksi lawan dan serangan-serangannya?
Jangan-jangan kita termasuk yang asyik masyuk ketika diajak kawan kita ke acara-acara budaya padahal berbau syirik. Jangan-jangan kita termasuk yang terpesona ketika membaca sebuah buku best seller yang sebenarnya bertentangan dengan hukum Islam. Jangan-jangan kita termasuk yang tetap berada dalam tawa ketika mengakhirkan sholat* demi sebuah acara tak bermakna. Perlahan-lahan pola pikir kita mulai menerima kemaksiatan demi kemaksiatan. Kita mulai duduk bersama dalam canda, bersama orang-orang yang sedang menghina Allah dan RasulNya. Demikiankah kondisi kita?
Di antara yang menjawab "ya", mungkin ada yang merasa punya landasan atas perbuatannya. Sebagian mungkin menggunakan kaidah,"Yang penting niatnya, bro". Sebagian lagi mungkin mengatakan, "Hikmah itu hak seorang muslim, di mana saja ditemukan harus diambil". Dan, mungkin ada pula yang memakai dalih, "Ini fiqih awlawiyat (prioritas) akhi", dsb.
Tidak ada yang salah dengan hal-hal tersebut. Bahkan para ulama juga menggunakannya sebagai alat penimbang dalam memutuskan sesuatu. Tapi, benarkah yang penting hanya niat? Apakah yang kita anggap hikmah memang benar-benar hikmah? Tidakkah yang kita sebut prioritas bertentangan dengan yang Allah prioritaskan? Kaidah, fiqih awlawiyat dan yang semisalnya adalah alat. Masih diperlukan bahan baku untuk menghasilkan produk yang tepat. Bahan baku berupa dalil-dalil dan pemahaman yang benar.
Bagaimana kita mau sensitif terhadap hal-hal syirik jika kita tidak memahami apa itu syirik dan betapa mengerikannya ia. Bagaimana kita mau sensitif terhadap buku-buku yang menghina hukum-hukum Allah kalau kita masih jauh dari bacaan yang membuat kita mengenal hukum-hukumNya. Dan, bagaimanan kita mau sensitif dari menyepelekan ibadah-ibadah utama, kalau kita tidak pernah menggali dan memahami lebih dalam tentang ibadah-ibadah kita.
Medan perang pemikiran itu berat. Perang di dalamnya bergerilya. Menyusuri lembah, mendaki gunung. Menapaki jalan berliku yang melelahkan. Kita memerlukan ransum yang tepat. Ransum yang dibuat dengan alat dan bahan baku yang tepat. Yang dapat membuat hati kita selalu waspada, dan panca indera bekerja dengan seksama. Sehingga kita tidak mati konyol, ditembak lawan yang kita anggap kawan, dari depan.
-------------------------------------------------------
* untuk sholat isya dianjurkan mengakhirkannya hingga menjelang tengah malam (shahih bukhari, fathul-baari). namun jika jamaah (masjid/mushola) dilakukan di awal waktu, para lelaki diutamakan (diwajibkan) mengikuti jamaah dan tidak mengakhirkan waktu isya.
Jangan-jangan kita termasuk yang asyik masyuk ketika diajak kawan kita ke acara-acara budaya padahal berbau syirik. Jangan-jangan kita termasuk yang terpesona ketika membaca sebuah buku best seller yang sebenarnya bertentangan dengan hukum Islam. Jangan-jangan kita termasuk yang tetap berada dalam tawa ketika mengakhirkan sholat* demi sebuah acara tak bermakna. Perlahan-lahan pola pikir kita mulai menerima kemaksiatan demi kemaksiatan. Kita mulai duduk bersama dalam canda, bersama orang-orang yang sedang menghina Allah dan RasulNya. Demikiankah kondisi kita?
Di antara yang menjawab "ya", mungkin ada yang merasa punya landasan atas perbuatannya. Sebagian mungkin menggunakan kaidah,"Yang penting niatnya, bro". Sebagian lagi mungkin mengatakan, "Hikmah itu hak seorang muslim, di mana saja ditemukan harus diambil". Dan, mungkin ada pula yang memakai dalih, "Ini fiqih awlawiyat (prioritas) akhi", dsb.
Tidak ada yang salah dengan hal-hal tersebut. Bahkan para ulama juga menggunakannya sebagai alat penimbang dalam memutuskan sesuatu. Tapi, benarkah yang penting hanya niat? Apakah yang kita anggap hikmah memang benar-benar hikmah? Tidakkah yang kita sebut prioritas bertentangan dengan yang Allah prioritaskan? Kaidah, fiqih awlawiyat dan yang semisalnya adalah alat. Masih diperlukan bahan baku untuk menghasilkan produk yang tepat. Bahan baku berupa dalil-dalil dan pemahaman yang benar.
Bagaimana kita mau sensitif terhadap hal-hal syirik jika kita tidak memahami apa itu syirik dan betapa mengerikannya ia. Bagaimana kita mau sensitif terhadap buku-buku yang menghina hukum-hukum Allah kalau kita masih jauh dari bacaan yang membuat kita mengenal hukum-hukumNya. Dan, bagaimanan kita mau sensitif dari menyepelekan ibadah-ibadah utama, kalau kita tidak pernah menggali dan memahami lebih dalam tentang ibadah-ibadah kita.
Medan perang pemikiran itu berat. Perang di dalamnya bergerilya. Menyusuri lembah, mendaki gunung. Menapaki jalan berliku yang melelahkan. Kita memerlukan ransum yang tepat. Ransum yang dibuat dengan alat dan bahan baku yang tepat. Yang dapat membuat hati kita selalu waspada, dan panca indera bekerja dengan seksama. Sehingga kita tidak mati konyol, ditembak lawan yang kita anggap kawan, dari depan.
-------------------------------------------------------
* untuk sholat isya dianjurkan mengakhirkannya hingga menjelang tengah malam (shahih bukhari, fathul-baari). namun jika jamaah (masjid/mushola) dilakukan di awal waktu, para lelaki diutamakan (diwajibkan) mengikuti jamaah dan tidak mengakhirkan waktu isya.
Wednesday, 8 July 2009
Hidup itu...
人生って大変ですな~
ま、天国は安くないということです。
-------------------------------------
Syahid
Syahid
Kan kucari syahid
Berjihad.............
Untuk Alloh.................
Langkah tegar mujahid
menyongsong pertempuran
Alloh cinta mujahid
pencari kematian
Teguhkan keimanan
semangat pun kobarkan
Yakin akan balasan
jannah yang dijanjikan
Berjihad..........
Untuk Alloh...............
-----------dari syair Pencari Syahid------------
ま、天国は安くないということです。
-------------------------------------
Syahid
Syahid
Kan kucari syahid
Berjihad.............
Untuk Alloh.................
Langkah tegar mujahid
menyongsong pertempuran
Alloh cinta mujahid
pencari kematian
Teguhkan keimanan
semangat pun kobarkan
Yakin akan balasan
jannah yang dijanjikan
Berjihad..........
Untuk Alloh...............
-----------dari syair Pencari Syahid------------
Tuesday, 7 July 2009
Muslim Uighur yang tertindas
Kalau memikirkan masalah terus kepala memang terasa pusing...
Bahkan terkadang menghambat amal-amal kita...
Tapi tetap, kita harus memikirkan mereka.
Setidaknya tahu tentang mereka, dan mendoakannya.
Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam rasa cinta mereka, kasih-sayang mereka, dan kelemah-lembutan mereka bagaikan satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lainnya merasakan sakit dengan tidak tidur dan demam (HR.Muslim)
Allahumma afrigh alayhim shabran wa tsabbit aqdamahum wanshurhum 'alal-qawmil kafirin
Ya Allah anugrahkanlah mereka kesabaran, kuatkanlah kedudukan mereka dan tolonglah mereka dari orang-orang kafir.
link berita
Bahkan terkadang menghambat amal-amal kita...
Tapi tetap, kita harus memikirkan mereka.
Setidaknya tahu tentang mereka, dan mendoakannya.
Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam rasa cinta mereka, kasih-sayang mereka, dan kelemah-lembutan mereka bagaikan satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lainnya merasakan sakit dengan tidak tidur dan demam (HR.Muslim)
Allahumma afrigh alayhim shabran wa tsabbit aqdamahum wanshurhum 'alal-qawmil kafirin
Ya Allah anugrahkanlah mereka kesabaran, kuatkanlah kedudukan mereka dan tolonglah mereka dari orang-orang kafir.
link berita
KITAB KLASIK ISLAM
http://www.kitabklasik.co.cc/
Download free...
Seru bgt, banyak karya ulama2 terdahulu.
Tp sebagian besar berbahasa arab... -_-;
Alhamdulillah, ada yg indonesia juga sedikit..
Download free...
Seru bgt, banyak karya ulama2 terdahulu.
Tp sebagian besar berbahasa arab... -_-;
Alhamdulillah, ada yg indonesia juga sedikit..
Subscribe to:
Posts (Atom)