Sunday, 30 September 2007

Hadit-Hadits Lailatul-Qadr

“Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al Quran) itu pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin RABB-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.“ (QS. Al-Qadr)

 

 

(1) Bersabda Nabi shallallahu `alaihi wasallam : "Barangsiapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala dari ALLAH maka diampuni dosanya yang terdahulu." (HR Bukhari, I/61, hadits no. 34)

 

(2) "Adalah Nabi shallallahu `alaihi wasallam biasa mencari Lailatul Qadar pd 10 malam yg terakhir." (HR Bukhari, VII/147, hadits no. 1880)

 

(3) "Adalah Nabi shallallahu `alaihi wasallam mencari Lailatul Qadar pd malam2 ganjil di 10 hari terakhir." (HR Bukhari, VII/145, hadits no. 1878)

 

(4) "Aku melihat Laylatul Qadar lalu aku dibuat lupa waktunya, dan ditampakkan padaku saat shubuhnya aku sujud di tanah yg basah, lalu kata AbduLLAAH : Maka turun hujan atas kami pd malam 23, maka Nabi shallallahu `alaihi wasallam shalat shubuh bersama kami, lalu beliau shallallahu `alaihi wasallam pulang dan nampak bekas air dan tanah di dahi dan hidung beliau shallallahu `alaihi wasallam, lalu dikatakan : Maka AbduLLAAH bin Unais berkata tanggal 23 itulah Lailatul Qadar." (HR Muslim, VI/80, hadits no. 1997)

 

(5) Berkata Ubay bin Ka'ab radhiallahu `anhu : "Demi ALLAH yg Tiada Ilah kecuali DIA sungguh malam tsb ada di bulan Ramadhan, aku berani bersumpah ttg itu dan demi ALLAH aku tahu kapan malam itu, yaitu malam yg kita diperintah Nabi shallallahu `alaihi wasallam untuk menghidupkannya yaitu malam 27 dan tanda2 nya adalah Matahari bersinar di pagi harinya dengan cahaya putih tapi tidak menyilaukan." (HR Muslim, IV/150, hadits no. 1272)

 

(6) "Lailatul Qadar itu pada malam 27 atau 29, sungguh Malaikat yg turun pd saat itu ke bumi lebih banyak dari jumlah batu kerikil." (HR Thayalisi dlm Musnad-nya no. 2545; juga Ahmad II/519; dan Ibnu Khuzaimah dlm shahih-nya II/223)

 

(7) "Pada malam Lailatul Qadar itu tidak panas & tidak dingin, tidak berawan dan tidak hujan dan tidak berangin, tidak juga terang dg bintang2, tanda di pagi harinya adalah Matahari terbit bercahaya lembut." (HR As-Suyuthi dlm Jami' Shaghir, di-shahih-kan oleh Albani dlm Shahihul Jami', XX/175, no. 9603)

 

Namun terkadang pada lailatul-qadr juga turun hujan, sebagaimana disebutkan pada hadits no.4 dan hadits berikut

 

(8) Bersabda Nabi shallallahu `alaihi wasallam : "… Aku melihat Lailatul Qadar lalu aku dibuat lupa kapan waktunya, maka barangsiapa yg ingin mencarinya maka carilah pd 10 hari terakhir pada malam2 witirnya dan aku melihat diriku pd malam tsb sujud di atas tanah yg basah… Maka kami kembali dan kami tidak melihat ada awan di langit, maka tiba2 ada awan dan turun hujan sampai airnya menembus sela2 atap masjid yg terbuat dari pelepah Kurma, maka aku melihat Nabi shallallahu `alaihi wasallam sujud di atas tanah yg basah, sampai kulihat bekas tanah yg basah itu di dahi beliau shallallahu `alaihi wasallam." (HR Bukhari, VII/174, hadits no. 1895)

 

(9) Dari Aisyah radhiallahu `anha : Wahai RasuluLLAAH, menurut pendapatmu jika aku tahu bhw malam terjadinya Lailatul Qadar, maka doa apa yg paling baik kuucapkan? Sabda Nabi shallallahu `alaihi wasallam : "Ucapkanlah olehmu, [Allahumma innaka `afuwwun, tuhibbul-`afwa, fa`fuanni] Ya ALLAH sesungguhnya ENGKAU adalah Maha Pemaaf, mencintai orang yg suka memaafkan, maka maafkanlah aku." (HR Ahmad, Ibnu Majah & Tirmidzi, di-shahih-kan oleh Albani dlm Al-Misykah, I/473 no. 2091)

 

(10) "Allah memiliki di bulan Ramadhan suatu malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Barang siapa yang dihalangi (dari kebaikannya), maka ia akan dihalangi (dari kebaikan)”.  [HR. An-Nasa’iy dalam Al-Mujtaba (2106), dan Ahmad dalam Al-Musnad (7148). Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib) (999)]

 

 

Semoga kita tidak dihalangi dari kebaikan Lailatul-Qadr

Allaahummantaj`alnaa min man qooma laylatal-qodari iimanan wah-tisaaban

(Ya Allah jadikanlah kami sebagai bagian orang-orang yang menghidupkan lailatul-qadr dengan iman dan pengharapan kepada-Mu)

Thursday, 27 September 2007

Saatnya tuk semakin dermawan

Dari Ibnu Abbas, ia berkata, "Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam
adalah orang yang paling dermawan. Dan sesungguhnya beliau lebih
dermawan lagi pada saat bulan Ramadhan. Ketika Jibril datang menemui
beliau pada tiap-tiap malam Ramadhan untuk mentadarruskan Al-Qur'an.
Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam lebih dermawan daripada angin
yang bertiup bebas." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

"Dan infaqkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu
sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia
berkata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku
sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku
termasuk orang-orang yang saleh?" "(al-Munafiqun: 10)

Monday, 10 September 2007

Berbuka dalam perjalanan?

Artikel yg saya susun ketika awal-awal membuat blog ini....
sengaja diulang, seperti kata pepatah... lancar kaji karena diulang :)

http://muqorrobin.multiply.com/journal/item/2
http://muqorrobin.multiply.com/journal/item/3

lebih lanjut..
selama ramadhan, artikel2 yg berhubungan dengannya saya masukkan ke favorite list di halaman muka, silahkan dicek ;-)

Sunday, 2 September 2007

"Aamiin, dan bagimu seperti itu pula"

Doa seorang muslim bagi saudaranya yang tidak berada di tempat adalah dipenuhi. Di sisi kepalanya ada seorang malaikat yang diwakilkan.Setiap kali dia mendoakan suatu kebaikan bagi saudaranya, maka malaikat yang diwakilkan itu menjawab, "Aamiin, walaka bimitslin"
[HR. Muslim]


Friday, 31 August 2007

Shalat Shubuh Syaikh ash-Shuraim , sedih




Ramadhan adalah bulan al-Quran. Telah diriwayatkan mengenai salafush-shalih yang menghabiskan waktu-waktu mereka di bulan Ramadhan dengan al-Quran. Semoga kita dapat meniru mereka.

Berikut ini adala Qari` favorit saya, Syaikh Su`ud ash-Shuraim, salah satu Imam Masjidil-Haram. Surat yang dibaca setelah al-Fatihah adalah surat al-Baqarah ayat 197-207, terjemahannya di sini

Semoga hati kita ikut khusyu dengan mendengarnya.

Monday, 27 August 2007

Kiat Menahan Amarah

Sebentar lagi ramadhan.. menahan amarah menjadi sangat penting dalam menjalankan ibadah puasa. Semoga kiat-kiat dari Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam berikut ini dalam membantu kita.

1. Berusaha untuk diam ketika akan marah, Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda,  Jika engkau marah, maka diamlah. Jika engkau marah, maka diamlah.(Musnad Imam Ahmad 1/283-365. Hadits ini hasan lighairihi*).

   2. Berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk. Sulaiman Ibnu Sard meriwayatkan, pernah dua orang saling mencerca satu sama lainnya di hadapan Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam. Sementara itu, kami sedang duduk di sisinya. Salah seorang dari mereka menghina yang lainnya dengan marah, hingga merah mukanya. Maka Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda, Aku mengetahui suatu kalimat, jika diucapkan olehnya (laki-laki yang merah mukanya, Red), maka akan hilang kemarahannya. Hendaklah dia berkata: A’udzubillahi minasy syaithanir rajim (artinya, aku berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk). ( Shahih AI Bukhari, hadits no. 6115. Dan Shahih Muslim, hadits no. 2610.)

   3. Jika sedang marah, berusahalah untuk duduk. Jika ternyata masih marah, maka hendaklah berbaring. Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda, Jika salah seorang kalian marah dan dia dalam keadaan berdiri, maka hendaklah duduk. Jika masih belum reda marahnya, maka hendaklah berbaring.( Musnad Imam Ahmad 5/152. Al Haitsami berkata, “Para perawinya perawi shahih.” Majma’ Az Zawaid, 8/70.)

   4. Berwudhu, sebab wudhu dapat memadamkan kemarahan. Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda, Sesungguhnya, kemarahan itu berasal dari syetan. Dan syetan tercipta dari api. Dan sesungguhnya, api itu dapat dipadamkan dengan air Jika salah seorang diantara kalian marah, maka berwudhulah. (Musnad Imam Ahmad, 4/226, Sunan Abu Daud, hadits no. 4784. Hadis ini hasan. Lihatlah Jami’ Al Ushul, tahqiq Al Arna’uth, 8/439.)

Wallahul-musta`an

--------------------------

*: hadits yang terangkat derajatnya menjadi hasan karena beberapa sebab seperti adanya penguat dan syawahid dari hadits lain

Hadits-Hadits Shahih Seputar Ramadhan (2)

6. Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda, "Apabila malam pertama bulan Ramadhan tiba, maka syaithan-syaithan dan jin ifrit dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup sehingga tidak ada satu pintu pun darinya yang dibuka. Dan pintu-pintu surga dibuka sehingga tidak ada satu pintu pun yang ditutup. Kemudia ada seorang penyeru yang berseru, `Wahai pencari kebaikan, sambutlah, dan wahai pencari kejahatan kurangilah. Dan Allah membebaskan orang-orang dari neraka, dan itu berlangsung setiap malam."
(HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, hadits hasan. Dan ada hadits yang serupa yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim)

7. Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda dalam hadits yang panjang, "..., Kemudian dia membawaku berjalan dan ternyata aku sudah bersama orang-orang yang bergantungan pada urat besar di atas tumit mereka, mulut mereka robek, dan robekan itu mengalirkan darah". Beliau bercerita, "kemudian aku katakan, `Siapakah mereka itu?` Dia menjawab, `Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum tiba waktu berbuka...` "
(HR. an-Nasa`i, shahih)

na`udzubillah min dzalik.

8. Dari Abu Hurairah radhiallahu `anhu, Nabi shallallahu `alaihi wasallam, beliau bersabda, "Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, niscaya akan diberikan ampunan kepadanya atas dosa-dosanya yang telah lalu."
(HR. al-Bukhari dan Muslim)

9. Dari Abu Hurairah radhiallahu `anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam, beliau bersabda, "Barangsiapa shalat malam di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, niscaya akan diberikan ampunan kepadanya atas dosa-dosanya yang telah lalu."
(HR. al-Bukhari dan Muslim)

10.
Rasullulloh shallallahu `alayhi wasallam bersabda, yang artinya: “ Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam dalam bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang berdo’a akan dikabulkan do’anya” (HR al-Bazzar, Ahmad, Ibnu Majah, hadits shahih)

11. Dari Abu Sa`id al-Khudri radhiallahu `anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda, "Makan sahur mengandung berkah, maka janganlah kalian tinggalkan, meskipun dengan seteguk air; karena sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang bersahur."
(HR. Ahmad, shahih)

12. Dari Sahl bin Sa`id radhiallahu `anhu, bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda, "Manusia senantiasa berada dalam kebaikan, selama mereka bersegera berbuka."
(HR. al-Bukhari)

Maksud hadits ini segera berbuka ketika sudah waktunya lho.. :D


----------------------------

Maraji` :
1. Meneladani Shaum Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam, Pustaka Imam asy-Syafii
2. Hadits Shahih Keutamaan Amal Shalih, Najla Press