Friday, 13 April 2007

Pray Before It's Too Late




Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu `anhu, ia berkata : saya bertanya pada Nabi Salallahu alaihi wassalam : "Amal apa yang paling disukai oleh Allah ta’ala ? "beliau menjawab : "Sholat pada waktunya", saya bertanya lagi : "kemudian apa?", beliau menjawab : "berbuat baiklah pada orang tua", saya bertanya lagi "kemudian apa ? ", beliau menjawab "berjuang ( berjihad ) dijalan Allah. " (Muttafaqun `alaih)

Muslim Prayer - No Excuse to Miss it




Don`t Miss it, Guys..!

Tuesday, 10 April 2007

Masuk Kuliah

Start:     Apr 11, '07
Lagi.....

Bangun Malam

Dari QS. adz-Dzaariyaat:

15. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air,

16. sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik;

17. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam;

18. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).

Dari Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir:
[... Maka Allah berfirman (yang artinya), "Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam," yakni sedikit tidur. Tidaklah mereka pada malam hingga shubuh kecuali digunakan untuk bertahajjud. Demikianlah penafsiran Mujahid dan Qatadah. Ibnu Abbas radhiallahu `anhu mengatakan, "Tidaklah mereka membiarkan malam berlalu tanpa beramal walaupun sedikit". Zaid bin Aslam mengatakan, "Betapa baiknya orang yang tidur di kala dia mengantuk dan bertakwa kepada Allah di kala dia terjaga." ]


Kalau mendasarkan pada pendapat Ibnu Abbas di atas, maka yang penting adalah bangun malam secara kontinyu walau sedikit, tidak dibatasi oleh berapa jam-nya. Sedangkan kalau melihat pendapat Zaid bin Aslam, maka tidak perlu memaksakan diri bila mengantuk.

Perkataan Ibnu Abbas sesuai dengan hadits Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, "Uhibbul-a`maalu ilallaah, adwamuhaa wa in qolla" [Amal yang disukai Allah adalah yang berkelanjutan walau sedikit] (HR. al-Bukhari)

Sedangkan perkataan Zaid bin Aslam sesuai dengan hadits yang artinya:
"Jika salah seorang di antara kamu berasa mengantuk, hendaklah kamu tidur sehingga hilang rasa mengantuk. Jika seseorang bersembahyang ketika mengantuk berkemungkinan dia membaca istighfar sedangkan sebenarnya dia sedang mencaci dirinya sendiri”. (HR.al-Bukhari dan Muslim)

Adapun bangun malam yang terbaik adalah pada sepertiga malam terakhir, sesuai dengan hadits Nabi, yang artinya:
"Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, 'Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.' Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Bagi yang kesulitan untuk bangun pada sepertiga malam terakhir diperkenankan melakukan Qiyamul Lail sebelum tidur, seperti terdapat dalam hadits dari Abu Hurairah radhiallahu `anhu, yang artinya: "Kekasihku Nabi shallallahu `alaihi wasallam berwasiat kepadaku dengan tiga hal, yaitu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan dua rakaat Shalat Dhuha dan melakukan witir sebelum tidur." (HR al-Bukhari dan Muslim).

Wallahu a`lam

Allahummaj`alna min man qooma laylan iimaanan wahtisaaban
(Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang menghidupkan malam dengan iman dan penuh pengharapan)

Wallahul-musta`aan
(Dan Allah-lah tempat memohon pertolongan)




--------------------------------------------------
Qiyamul lail : sebutan bagi sholat sunnah pada malam hari setelah isya, baik sebelum tidur maupun setelah tidur.
Tahajjud : sebutan bagi sholat sunnah pada malam hari setelah isya, setelah tidur.
Wallahu a`lam

Saturday, 31 March 2007

Istirahat Sejenak.....



Ketika kita jenuh oleh kesibukan berdakwah, bisa jadi karena
kesibukan-kesibukan dakwah hanya menjadi ritual belaka. Jiwa tidak hadir di sana.

Bisa jadi kehangatan kita
dalam kebersamaan dengan ikhwah berkurang atau menghilang. Terburu-buru meninggalkan tempat pertemuan, padahal datang telah tanpa persiapan.

Atau bisa
jadi, tempat-tempat peristirahatan yang Allah persiapkan untuk kita, tidak lagi
berguna sebagai tempat peristirahatan. Bukankah rasululullah shallallahu
`alayhi wa sallam beristirahat dengan meminta Bilal radhiyallahu `anhu
mengumandangkan adzan?
 
Jika kita kesal karena amal-amal kita tidak memberikan hasil yang memuaskan, maka, bukankah Allah Maha Melihat dan pasti memberi balasan?

"Dan
katakanlah (wahai Muhammad): Beramallah kamu, maka Allah dan RasulNya
serta orang-orang yang beriman akan melihat apa yang kamu kerjakan dan
kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui perkara-perkara
yang ghaib dan yang nyata, kemudian Dia menerangkan kepada kamu apa
yang kamu telah kerjakan."
(QS.at-Taubah:105)

Jika
setelah berusaha keras, justru kendala dan hal-hal yg memojokkan yang
datang, maka bukankah Allah telah memberikan kabar gembira bagi mukmin
yang tidak takut celaan orang-oran yang suka mencela? Bahwa sesungguhnya
penolong mereka adalah Allah dan RasulNya? (QS. al-Maidah:54-55)

Memang
iman itu yazid (bertambah) wa yankus (berkurang). Namun beruntunglah
orang-orang yang dalam kekurangan imannya masih tetap dalam ketakwaan.

Jika kita futur, bukankah berserah diri kepada Allah lebih nikmat daripada berputus asa dariNya?

"Siapakah
yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah,
mengerjakan amal yang saleh dan berkata: 'Sesungguhnya aku termasuk
orang-orang yang berserah diri?'" (QS. Fushilat:33)








Friday, 30 March 2007

Bila hidup ibarat sepakbola (4)




hattrick : seorang pemain mencetak 3 gol dalam satu pertandingan

kala kuncup mekar menjadi bunga


foto bbrp tahun lalu nih..
tahun kedua di matsumoto kana.. (skarang tahun ke-4)

foto-foto musim semi di nagano ken...