Thursday, 30 July 2009

Orang-Orang yang Belum Pernah Sampai padanya Dakwah?

Orang-orang non muslim yang meninggal sebelum datang pada mereka informasi (dakwah) islam disebut dengan ahlul-fatrah. Tentang hisab ahlul fatrah ini, setidaknya ada 2 pendapat di kalangan ulama.

Pendapat pertama mengatakan bahwa mereka masuk neraka.

Pendapat kedua mengatakan mereka akan diuji di akhirat.

Pendapat pertama salah satunya disebutkan di syariahonline.com 
Walaupun ada ayat yg mengatakan
"..dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul." (al-israa': 15)

Tapi ada ayat tambahan yang melengkapi ayat di atas yaitu
"..Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan" (fathir :24)

Jadi pada dasarnya setiap kaum telah punya pemberi peringatan, hanya saja hati kaum tsb tertutup.

Pendukung pendapat ini juga memakai hadits yang mengatakan bahwa ayah dan ibu Nabi shallallahu alaihi wasallam di neraka; walaupun masih ada perdebatan tentang syarah (penjelasan) hadits tersebut.

Lebih lanjut, kata rasul pada surat al-isra' 15 juga bisa bermakna "akal", demikian menurut sebagian ulama (ref: Tafsir al-Misbah). Nah, mendapatkan hint tersebut, saya jadi berpikir, manusia bisa menggunakan akalnya tuk menemukan Tuhan (hidayah) seperti Nabi Ibrahim yang bisa berpikir bahwa matahari tidak layak jadi tuhannya, ataupun Salman al Farisi yang berhasil mencapai kebenaran tanpa terlebih dahulu didatangi dakwah. Sehingga, seseorang yang tidak sampai padanya berita Islam, namun ia berhasil menggunakan akalnya dengan baik, ia akan menemukan kebenaran (islam).

Adapun pendapat kedua salah satunya disebutkan di fatwaislam.com . Asy-Syaikh bin Baz rahimahullah termasuk yg mendukung pendapat ini. Beliau merujuk pada hadits -yg menurut beliau- otentik (shahih) di dalam tafsir Ibnu Katsir.
Beliau tidak menyebutkan haditsnya,  tapi hasil saya ngubek2 Tafsir Ibnu Katsir yang saya punya, mungkin maksud asy-Syaikh adalah hadits berikut

"... sedangkan orang yang meninggal pada masa fatrah (belum menerima seruan dakwah) akan mengatakan: 'Ya Rabbku, belum datang kepadaku seorang Rasul utusan-Mu.' Kemudian Allah ta'ala mengambil janji mereka supaya mentaati-Nya. Lalu Dia mengirim utusan  kepada mereka (untuk menyampaikan perintah), 'Masuklah kalian ke neraka.' Demi Yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seandainya mereka memasukinya, neraka itu akan terasa dingin dan aman sentosa baginya.' "
(HR. Ahmad, diambil dari tafsir Ibnu Katsir, tafsir surat al-Isra':15)

Ibnu Katsir sayangnya tidak memberikan kesimpulan tegas ttg ahlul-fatrah ini (setidaknya dari pengamatan saya), beliau hanya menyebutkan hadits tersebut lalu membahas panjang lebar tentang hal lain yg masih berkaitan dg al-Isra' :15.

Yang saya lihat dari hadits tsb adalah, ahlul fatrah nanti akan diuji di akhirat dengan diminta taat pada Allah lalu disuruh masuk neraka. Jika mereka tetap pada janjinya (taat), maka neraka itu sebenarnya adalah surga, namun jika mereka menolak taat, maka mereka dimasukkan ke dalam neraka yang sebenarnya.

Saya pribadi cenderung pada pendapat kedua. Namun apapun kecenderungan kita, ada beberapa poin yang sepertinya perlu diperhatikan

1. Apakah seseorang termasuk ahlul-fatrah atau bukan, Allah-lah yang paling tahu. Apakah suku di pedalaman Papua termasuk kategori ini atau tidak, Allah-lah yang lebih tahu. Bisa jadi sudah ada yang datang pada mereka, tapi mereka menolaknya.
2. Hidayah adalah hak Allah. Mau diuji di dunia ataupun di akhirat, semuanya kembali pada kehendak Allah Sang Pemberi Hidayah.
3. Allah Maha Adil itu jelas, tapi bagaimana sistematika keadilan al-Khaliq, tidaklah (mungkin) diketahui sempurna oleh makhluq, dan tidak ada yang serupa denganNya.
4. Masuk neraka atau surga adalah takdir (ketetapan Allah). Adapun takdir adalah masalah keimanan (rukun iman). Adapun keimanan bukanlah sesuatu yang dapat diurai sempurna dengan logika akal manusia.
5. Allah tidak ditanya atas tindakanNya, tapi manusialah yang ditanya atas perbuatannya.


Wallahu a'lam
Wallahul-musta'an

Mengenal Saham, Obligasi, dan Index, Serta Hukumnya (Bag ke-1)

Saham

dakwatuna.com – Secara sederhana, saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan. Dalam konteks syariah, secara prinsip saham merupakan salah satu implementasi akad musyarakah dengan adanya penyertaan modal dalam bentuk pada suatu perusahaan. Segala konsekuensi akad musyarakah melekat pada saham sebagaimana substansi fatwa Dewan Syariah Nasional No: 08/DSN-MUI/IV/2000 tentang Pembiayaan Musyarakah, seperti pembagian deviden, pembayaran hak, pembagian risiko dan hak suara.

Tipe Saham

Ada beberapa tipe dari saham, termasuk saham biasa (common stock), saham preferen (preferred stock), saham harta (treasury stock), dan saham kelas ganda (dual class stock). Saham preferen biasanya memiliki prioritas lebih tinggi dibanding saham biasa dalam pembagian dividen dan aset, dan kadangkala memiliki hak pilih yang lebih tinggi seperti kemampuan untuk memveto penggabungan atau pengambilalihan atau hak untuk menolak ketika saham baru dikeluarkan (yaitu, pemegang saham preferen dapat membeli saham yang dikeluarkan sebanyak yang dia mau sebelum saham itu ditawarkan kepada orang lain). Saham yang biasa dijual di bursa efek adalah saham biasa dan saham preferen tidak diperjualbelikan di bursa efek. Struktur kelas ganda memiliki beberapa kelas saham (contohnya, Kelas A, Kelas B, Kelas C) masing-masing dengan keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri. Saham harta adalah saham yang telah dibeli balik dari masyarakat.

Masyarakat dapat membeli saham biasa di bursa efek via broker. Di Indonesia, pembelian saham harus dilakukan atas kelipatan 500 lembar atau disebut juga dengan 1 lot. Saham pecahan (tidak bulat 500 lembar) bisa diperjualbelikan secara over the counter. Salah satu tujuan masyarakat untuk membeli saham adalah untuk mendapatkan keuntungan dengan cara: (1) Meningkatnya nilai kapital (capital gain) dan (2). Mendapatkan deviden.

Beberapa perusahaan Indonesia melakukan dual listing saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX) dan New York Stock Exchange. Saham yang diperjualbelikan di NYSE tersebut biasa dikenal dengan American Depositary Receipt (ADR). Harga saham, bisa naik atau pun turun, seiring dengan situasi dan kondisi yang ada. Pada saat krisis moneter pada tahun 1998, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merupakan barometer saham di Indonesia terpuruk hingga mencapai nilai di bawah 400. Hal ini menyebabkan saham-saham di dalam negeri menjadi under value. Dalam periode 2002-2006, nilai IHSG telah pulih bahkan sudah beberapa kali memecahkan rekor.

Untuk bisa menilai apakah sebuah saham bernilai mahal atau murah, biasanya digunakan rasio perhitungan seperti Earning-per-Share (EPS), Price-to-Earning Ratio (PER), Price-to-Book Value (PBV) dan lain-lain. Untuk berinvestasi di saham, disarankan untuk melakukan teknik valuasi terlebih dahulu dan uang yang hendak diinvestasikan disebar di dalam beberapa saham, agar resiko bisa dibagi. Selain itu, banyak ahli seperti Jeremy J. Siegel, James P. O’Shaughnessy menyarankan agar berinvestasi di dalam saham dilakukan dalam jangka panjang. Mereka menyarankan rentang waktu antara 10-20 tahun untuk bisa mendapatkan hasil yang signifikan dalam berinvestasi di dalam saham. (Lihat; Martin Whitman, Third Avenue Value Fund, in Third Avenue Funds Letters to Our Shareholders, Q4, 2004)

Saham biasa (common stock) memang paling dikenal masyarakat. Di antara emiten (perusahaan yang menerbitkan surat berharga), saham biasa juga merupakan yang paling banyak digunakan untuk menarik dana dari masyarakat. Jadi saham biasa paling menarik, baik bagi pemodal maupun bagi emiten.

Fatwa Dewan Syariah Nasional No:40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal Dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah Di Bidang Pasar Modal pada Pasal 3, mengatur Kriteria Emiten atau Perusahaan Publik untuk saham maupun efek lainnya yang dikategorikan syariah yaitu;

  1. Jenis usaha, produk barang, jasa yang diberikan dan akad serta cara pengelolaan perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik yang menerbitkan Efek Syariah tidak boleh bertentangan dengan Prinsip-prinsip Syariah.
  2. Jenis kegiatan usaha yang bertentangan dengan Prinsip-prinsip Syariah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 1 di atas, antara lain:
    1. perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang;
    2. lembaga keuangan konvensional (ribawi), termasuk perbankan dan asuransi konvensional;
    3. produsen, distributor, serta pedagang makanan dan minuman yang haram; dan
    4. produsen, distributor, dan/atau penyedia barang-barang ataupun jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat.
    5. melakukan investasi pada Emiten (perusahaan) yang pada saat transaksi tingkat (nisbah) hutang perusahaan kepada lembaga keuangan ribawi lebih dominan dari modalnya;
  3. Emiten atau Perusahaan Publik yang bermaksud menerbitkan Efek Syariah wajib untuk menandatangani dan memenuhi ketentuan akad yang sesuai dengan syariah atas Efek Syariah yang dikeluarkan.
  4. Emiten atau Perusahaan Publik yang menerbitkan Efek Syariah wajib menjamin bahwa kegiatan usahanya memenuhi Prinsip-prinsip Syariah dan memiliki Shariah Compliance Officer.
  5. Dalam hal Emiten atau Perusahaan Publik yang menerbitkan Efek Syariah sewaktu-waktu tidak memenuhi persyaratan tersebut di atas, maka Efek yang diterbitkan dengan sendirinya sudah bukan sebagai Efek Syariah.

Saham preferen (Preferred stock) adalah bagian saham yang memiliki tambahan hak melebihi saham biasa. Ada beberapa jenis saham preferen, antara lain:

Saham preferen partisipasi; saham preferen yang membagikan dividen kepada pemegangnya; pemilik saham ini setelah menerima deviden tetap mempunyai hak untuk membagi keuntungan yang dinyatakan sebagai dividen kepada pemegang saham biasa (participating preference shares).

Saham preferen nonkumulatif; saham preferen yang tidak mempunyai hak untuk mendapatkan dividen yang belum dibayarkan pada tahun-tahun yang lalu secara kumulatif (noncumulative preferred stock).

Saham preferen merupakan bentuk saham tetapi mempunyai karakteristik obligasi. Pemegang saham preferen memperoleh dividen. Tetapi dividen tersebut seperti bunga yaitu besarnya tetap. Tetapi risiko saham preferen lebih tinggi dibandingkan dengan risiko pemegang hutang dan lebih rendah dibandingkan dengan risiko saham biasa (dari sudut pandang investor). Jika perusahaan tidak bisa membayar dividen saham preferen, perusahaan tidak bisa dinyatakan bangkrut. Pemegang saham preferen mempunyai prioritas lebih tinggi dibandingkan pemegang saham biasa dalam hal pembagian dividen dan distribusi kas dari penjualan aset apabila perusahaan bangkrut, karena itu saham preferen juga disebut surat berharga senior (dibandingkan saham biasa). Saham preferen merupakan gabungan (hybrid) antara obligasi dan saham biasa. Artinya, di samping memiliki karakteristik seperti obligasi, juga memiliki karakteristik saham biasa. karakteristik obligasi misalnya, saham preferen memberikan hasil yang tetap, seperti bunga obligasi. Biasanya saham preferen memberikan pilihan tertentu atas hak pembagian dividen. Ada pembeli saham preferen yang menghendaki penerimaan dividen, dan lain sebagainya. memiliki karakteristik saham biasa, sebab tidak selamanya saham preferen bisa memberikan penghasilan seperti yang dikehendaki pemegangnya. jika suatu ketika emiten mengalami kerugian, maka pemegang saham preferen bisa tidak menerima pembayaran dividen yang sudah ditetapkan. sebelumnya. jadi jelasnya, saham preferen adalah saham yang memberikan prioritas pilihan (preferen) kepada pemegangnya.

Meskipun tidak sepopuler saham biasa, namun saham preferen (preferred stock), cukup berkembang bahkan akhir-akhir ini, telah lahir produk-produk baru yang merupakan pengembangan dari saham preferen ini, misalnya adjustable rate preferred stocks (ARPs) dan market auction preferred. Perkembangan demikian belum terjadi di Indonesia. Namun di masa mendatang perkembangan demikian tidak bisa di hindari. Saat ini saham preferen yang diperdagangkan di BEI adalah saham preferen Hotel Prapatan. (Sumber: http://www.idx.co.id/).

Prioritas atau hak-hak istimewa yang ditawarkan saham preferen yaitu:

(1) Prioritas Pembayaran: pemodal memiliki hak didahulukan dalam hal pembayaran dividen

(2) Dividen Tetap : pemodal memiliki hak mendapatkan pembayaran dividen dengan jumlah tetap.

(3) Dividen Kumulatif: pemodal berhak mendapatkan pembayaran semua dividen yang terutang pada tahun-tahun sebelumnya.

(4) Convertible Preferred Stock: pemodal berhak menukar saham preferen yang dipegangnya dengan saham biasa.

(5) Adjustable Dividen: pemodal mendapat prioritas pembayaran dividennya menyesuaikan dengan saham biasa
Istilah saham preferen (preferred stock) sering kali disalahartikan karena memberi kesan saham preferen lebih baik daripada saham biasa. Saham preferen tidaklah lebih baik, tetapi hanya berbeda dari saham biasa. Dalam kenyataannya, cara terbaik untuk memandang saham preferen adalah bahwa pemegang saham preferen melepaskan berbagai hak kepemilikan guna mendapatkan beberapa perlindungan yang biasanya dinikmati oleh kreditur. Hak kepemilikan yang dilepas oleh pemegang saham preferen adalah :

Hak suara. dalam banyak kasus, pemegang saham tidak memiliki hak untuk memilih direksi, tetapi hak suara dapat diberikan untuk situasi tertentu. Misalnya, beberapa pemegang saham preferen diberikan hak suara dalam perusahaan jika perusahaan tidak dapat membayar deviden. Pembagian keuntungan (deviden). Deviden yang diterima oleh pemegang saham preferen biasanya tetap jumlahnya. Oleh karena itu jika kinerja perusahaan baik, mereka tidak bisa ikut menikmati hasil yang meningkat baik itu. Perbedaan mendasar antara saham preferen dengan saham biasa dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Pada saham biasa mendapatkan hak untuk memilih direksi dan kebijakan tertentu, sedangkan preferen tidak (kecuali dalam situasi tertentu).
  2. Deviden pada saham biasa tergantung kinerja perusahaan, kalau baik mereka akan mendapatkan keuntungan setimpal, begitupun sebaliknya. Tapi untuk saham preferen sudah ditetapkan devidennya.
  3. Jika perusahaan gulung tikar atau dilikuidasi, dalam hal pengembalian investasi, pemegang saham preferenlah yang diutamakan dibandingkan dengan pemegang saham biasa.
  4. Pada pemegang saham biasa diberi hak untuk memesan kembali, sehingga dapat memelihara proporsi kepemilikan perusahaan, kalau preferen tidak.

Ketentuan Syariah Saham Preferen

Saham preferen karena sifatnya yang menjanjikan pendapatan tetap bagi pemegang saham maupun hak-hak istimewa lainnya yang bertentangan dengan prinsip dasar musyarakah di samping memasukkan unsur gharar (ketidakjelasan), maysir (spekulasi) dan riba (bunga), tidak diperkenankan secara syariah. Hal itu sesuai substansi fatwa DSN-MUI No:40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal Dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah Di Bidang Pasar Modal pada Pasal 4, diatur bahwa jenis efek syariah mencakup Saham Syariah yaitu bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang memenuhi kriteria syariah yang ditetapkan dalam fatwa, dan tidak termasuk saham yang memiliki hak-hak istimewa. Wallahu A’lam Wa Billhittaufiq wal Hidayah.

Wallahul-Musta'an, apa artinya?

Sekilat info...

Dicatet di sini biar semakin inget...
Terus terang, selama ini agak sedikit blur menerjemahkan kata yg satu ini, padahal sering make.... ^^;


Kata "Allahul-Musta'an", artinya : Allah sajalah yang dimintai pertolongan/Allah tempat meminta pertolongan, termasuk ucapan bahkan do'a yang pernah diucapkan oleh Nabi Ya'qub 'alaihis-salaam dalam Al-Qur'an (QS.Yusuf (12):18)

Wednesday, 29 July 2009

Yang Sering Disentuh Akan Berkurang Rasanya

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّن بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الأَنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاء وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّهِ وَمَا اللّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (QS.2:74)


Imam Hasan Al Bashri berkata, ''Yang aku takutkan adalah apabila hati kita telah terbiasa dengan dosa-dosa. Hati adalah bagian yang sangat peka dalam diri manusia, tetapi kepekaan ini akan hilang dengan dosa yang berulang-ulang.''



Ibnu Qoyim berkata, ''Ketahuilah sebesar-besar cobaan adalah kegembiraan karena berhasil berbuat dosa dan sebesar-besar azab adalah ketika manusia tidak merasa sedang diazab.''

Tuesday, 28 July 2009

COLUMN-〔インサイト〕適切な情報収集がイスラム金融ビジネスへの近道=国際協力銀 吉田氏

http://jp.reuters.com/article/forexNews/idJPnTK028503520090724

前回と前々回の本コラムでは、イスラム金融の現状についてやや硬めに海外事情を紹介した。今回は、イスラム金融に接する際のココロの準備について、 筆者の体験も交えながら柔らかめに論じてみたい。というのも、日ごろ様々な形で日本人に対しイスラム金融の情報発信をする中で、多くの人がイスラム金融に 距離感を抱いていると見受けられるからである。

 

 個人利用者としての観点からみると、現代のイスラム金融は、想起しがちなイメージとは異なり利便性は相応に高い。マレーシアやドバイの都心部には 多くのイスラム銀行の支店・ATMがあり、一般の銀行とほぼそん色ないサービスを提供している。筆者も、ドバイのシェイク・ザイド通り沿いのドバイイスラ ム銀行の支店やクアラルンプール中心部の商業施設にあるクウェート・ファイナンス・ハウスのATMで、何の問題もなく現地紙幣を引き出したことがある。一 般に、預金や住宅ローン等に加え、クレジット・カードや自動引き落とし、インターネット・バンキングなどができるイスラム銀行も少なくない。実際、マレー シアのCIMBは、ほとんどの国内支店で一般金融とイスラム金融の支店を併設し、一般とイスラムの両方式で同じ商品を提供している。

 

 <身近に感じられない理由>

 

 このように、イスラム金融のハードルは案外低いものなのだが、日本においては、種々の報道等にもかかわらず、イスラム金融が身近なものに感じられていないように見受けられる。その理由は2つに大別できると思う。

 一つは、イスラムそのものへの意識の遠さである。イスラム圏である中東・北アフリカ、東南・南・中央アジアが地理的に比較的遠いこと、日本に居住 するイスラム教徒が少ないことに加え、テロや断食などから来るネガティブで特異というバイアスがなお強いことなどもあって、イスラム全般につき必ずしも芳 しくないイメージを抱く人は決して少なくないだろう。その名のついた金融に、何か怪しげな印象がまとわりついてしまっているのは、ある意味仕方がないこと なのかもしれない。

 こうした意識の問題は、すぐに解決する訳ではないだろうが、中東ペトロダラーの動きやそれこそイスラム金融が日本で認知されるにつれ、随分と改善 したように思う。中東の人々が出席するビジネスセミナーなどでは、少なからぬ日本人が中東のビジネスマンと陽気に話す姿をみかける。ドバイに進出する企 業・金融機関も増えた。こうみると、経済的関係の深化は、イスラム全般への意識が良好なものになる上で重要な糸口と言えるだろう。最近は、日本人に対して 「アッサラーム・アライクム」とあいさつしても、「アライクム・サラーム」と返してくれる人が増えた(いずれもアラビア語の挨拶で、イスラム圏で用いられ るもの)。

 

 <質的に十分でない情報発信>

 

 イスラム金融が身近に感じられないもう一つの理由は、イスラム金融の最大の特徴でもある「金利を使わない」という点が与える「奇異なもの」との印 象である。一般の金融システムをみると、個人による預金や住宅ローン、企業による借り入れや債券発行、銀行による短期金融市場からの資金調達や日銀による 金融政策など、金融取引の多くの場面で価格機能を発揮するのが金利である。「イスラム金融=利子なしの金融」との認識だけ持つ人と会話すると、筆者に対し て、金利を用いなければ一体どのように金融取引を行うのか、銀行は儲かるのか、との疑問が最初に寄せられることが多い。

 ここで強調したいのが、イスラム金融とはいっても、その取引構造については、一般的な金融にも同様のものを見出すことができるという事実である。 例えば、詳細については拙著や専門書等を参照されたいが、ムラバハというマージン賦課方式の商業取引向け金融は、割賦販売と同様のものと捉えることができ るし、ムシャラカという共同出資金融は、ベンチャーキャピタルがその範疇に入ると言える。ムダラバという委託方式の金融は、信託やファンドビジネスと同様 のものであり、イジャラはリースそのもの、ワカラは金融取引に係る手数料である。アラビア語の専門用語を除けば、金利という概念は直接用いていなくても、 一般の金融にも該当する取引があるということは容易にお分かりいただけよう。

 

 認識が不十分であるという問題を解決する上では、より適切かつ多くの知識が普及することに期待するしかない。日本語のイスラム金融の書籍は既に 10冊以上出版されているが、中には、世界のイスラム金融専門家の目から見れば、必ずしも正確とは言えない記述も少なからずあり、また、質的にも十分な情 報発信がなされているとは言い難いのが現状である。そして、そうした情報を鵜呑みにすると、イスラム金融に対して誤った認識を持つこととなってしまうので ある。

 例えば、イスラム金融の課題として「教義の解釈が国・地域や学者(イスラム金融取引の教義上の適切性を判断するイスラム教の有識者)によってまち まちなので、これを統一する必要がある」という点がしばしば挙げられるが、これは適切でない情報発信の典型例と言えよう。こうした情報により、イスラム金 融ビジネスはやりにくいと思ってしまった日本人金融関係者は決して少なくない。一方で、トップクラスの業界評価を誇るマレーシア人学者モハド・ダウド・バ カール博士は、「統一すべきとかすべきでないとかという議論ではなく、統一は不可能だし、そもそも解釈のばらつきはさほど多くない」と筆者に語ったことが ある。すなわち、日本語文献で声高に「課題」とされていることが、専門家の眼にはそう映っていないのである。このため、情報の受け手としては、こうした日 本語文献の情報を鵜呑みにすることなく、海外専門家を中心とするより広い範囲からの情報収集に努めてほしいと思う。もっとも、長い時間をかけて今後日本で のイスラム金融の理解がグローバル・スタンダードに近づけば、不適切な知識は淘汰されていくのではないかとも期待している。

 

 多くの日本語文献では、専門用語の概要的な説明にとどまっているものが多いのだが、むしろ、先に紹介したようなアラビア語に怯えず、また専門用語 もどきに騙されることなく、金融取引を客観的に捉えていくことが、非ムスリムが大半である日本人の金融マンがイスラム金融を学んでいく上での近道だと思っ ている。ただし、イスラム的要素を軽く考えるべきと言っているのでは決してない。難しく考えずフラットに、予断を持たず宗教的要素は専門家にお任せしつ つ、というのが、筆者のオススメする、日本人金融マンにとってのイスラム金融の理解の深め方である。

 

 国際協力銀行・アフリカ室長代理、早稲田大学ファイナンス研究センター・客員准教授 吉田悦章

 

 (24日 東京)

 

COLUMN-〔インサイト〕フランス・タイ・韓国も、グローバル化進むイスラム金融=国際協力銀 吉田氏

http://jp.reuters.com/article/domesticEquities4/idJPnTK030003820090612

前回の本コラムでは、イスラム金融が現下の金融危機から受けている影響の一端を紹介した。今回は、そうした逆風下にありながらイスラム金融が成長を続けている一側面として、イスラム金融に取り組む非イスラム国が増え、市場の裾野を広げつつある様子を概観する。

 現代におけるイスラム金融の特徴の1つは、非イスラム諸国の国際金融センターが積極的に取り組んでいることである。英国では既に5つのイスラム専 業銀行が営業しており、HSBCやバークレイズなど英国系金融機関の国際イスラム金融市場におけるプレゼンスも高い。シンガポールについても、イスラム専 業銀行が1つあるほか最近、政府機関のMAS(金融管理局)がスクーク(イスラム債)を発行したことが話題になった。

 香港も、行政長官による振興方針の表明、イスラム銀行(マレーシア系)や投資ファンド(中国系)の認可、政府機関(航空当局)のスクーク発行検討 などがよく知られている。米国でも、政府の政策などでは目立っていないが、株価指数提供やファンドビジネスなどでは世界レベルにあるほか、地域コミュニ ティ向けのイスラム銀行などもある。

 <国際的機関の案件で目立つフランス>

 こうした金融大国に限らず、最近は様々な非イスラム諸国においてイスラム金融への傾倒が目立っている。

 例えばフランス。BNPパリバやカリヨン、ソシエテ・ジェネラルなどの主要国際的金融機関は、海外市場においてイスラム金融の分野でも知られた存 在である。とりわけ、マレーシアの格安航空会社エア・アジアの航空機調達においてBNPパリバとNatixisという2つの仏系金融機関がイスラム金融を 提供した取引は、在仏企業エアバスが輸出者だったという要因はあるにせよ、仏系機関の実力を世に知らしめた。

 また、人材育成面でも、ストラスブルク大学がイスラム金融コースを提供しているほか、そうした動きがHECなど他の主要大学にも波及している。最近では、ソブリン・スクーク(イスラム国債)の発行検討という点でも注目を集めている。

 仏教国タイでイスラム金融が注目されていることも興味深い。そもそも、イスラム国マレーシアに近いタイ南部にイスラム教徒が多かったことから、同地域向けにタイ・イスラム銀行が2003年に営業開始となったのが、同国イスラム金融の嚆矢(こうし)である。

 最近では、同行によるスクーク(イスラム債)発行計画が報じられ、タイにもイスラム金融があるという印象を強く与えている。また、本年5月、タイ 証券取引所はイスラム株価指数(イスラムの教えに反しない銘柄で構成された株価指数)を英国指数企業FTSEと共同で開発した(FTSE SETシャリア指数)。実は、各国のイスラム株価指数については、FTSEに加え、ダウジョーンズやスタンダード&プアーズといった世界的指数提供企業が 非イスラム諸国のものも含めて多く作成しているが、タイ証券取引所が独自の指数を開発したことは、取引所レベルによるイスラム金融への積極性がうかがわ れ、特筆に値する。

 <積極性発揮する韓国>

 日本のおとなり韓国も、意外感が強いかもしれないがイスラム金融への関与を強めている。人口の27%以上がクリスチャンでありムスリム人口は0.1%に過ぎない韓国でも、イスラム金融を通じた金融業界の活性化を企図して取り組みを前傾化させているのである。

 2009年1月には同国の金融当局(金融監督委員会と金融監督院)が国際機関IFSBとともに、ソウルで大規模なイスラム金融セミナーを開催し た。また、同年5月にシンガポールで開催されたIFSBサミットにおいては、カントリーショーケース(国別の発表セッション)にも参加していた。そこに参 加した国は、イスラム金融大国マレーシア以外には韓国のみであり、本セッションへ参加するには安からぬ参加費を主催者に支払わなければならないことからし ても、韓国の意気込みがうかがえる。

 なお、筆者が著した「イスラム金融入門」は韓国語に訳されており、同国においてもイスラム金融の定番書籍となっていることから、その筆者というこ とで韓国の金融当局より要請を受け、種々の情報提供や意見交換を以前、韓国で行なったことがある。金融監督院局長の質問ぶりからは、同国の金融業界振興に かける強い意気込みがみられ、今後、いろいろな取組実績が出てくることだろう。

 実際、現地金融業界との意見交換では、イスラム株価指数の開発とそれに基づく投資ファンドの組成に着手しているとの話も聞かれていた。また、現地 大手の大宇証券は、マレーシアのイスラム投資銀行大手CIMBと業務提携しており、同社より様々なノウハウを吸収している。いずれにせよ、日本にとって韓 国は意外な脅威とも言えるだろう。

 <日本は今後に期待>

 このように非イスラム諸国でもイスラム金融への取り組みが盛んになってきていることは、イスラム金融のグローバル化進展における1つの態様とみてよい。

 翻って、わが国はどうか。2008年12月に銀行法施行規則の改正があり、銀行の子会社にイスラム金融業務が認められた。これを受け、メガバンクの海外現地法人がイスラム金融の専門部署を設けて業務を開始するなど、一定の動きがみられている。

 証券分野でも、大和投資信託がイスラム金融方式の投資信託(ETF)をシンガポール取引所に上場したり、野村証券が東京での専門部署設置に加えマ レーシアにイスラム・アセット・マネジメントの専門子会社を設けたりと、前向きな取り組みがある。これらの証券会社では、海外でイスラム債(スクーク)の 引受実績もある。さらに保険(タカフル)分野では、東京海上グループが、サウジアラビアで早期に事業を開始した日系の先駆者である上、各国での事業展開の 様子などをみると世界のトップクラスのタカフル・プレーヤーと言えるほどのプレゼンスを誇っている。

 このように、日本のイスラム金融は海外市場を中心に前進しつつあると評価することができる。一方で、国内では今一つ盛り上がりに欠けるほか、主戦 場である海外でも実績はそれほど多くないという評価もある。2008年央以降の原油価格急落や世界的な信用収縮などの逆風が吹きすさんでいるが、環境条件 はどこの国においてもほぼ同様。世界各国の動きにキャッチアップできるか否かは、日本自体の意識と行動にある。こうした点については、別の機会に論じるこ ととしたい。

(文中、意見わたる部分は筆者の個人的見解であり、筆者が所属するいかなる組織のものではない)

 国際協力銀行・国際業務戦略部調査役、早稲田大学ファイナンス研究センター・客員准教授 吉田悦章

 

 (12日 東京)

 * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * 

 このドキュメントにおけるニュース、取引価格、データ及びその他の情報などのコンテンツはあくまでも利用者の個人使用のみのためにロイターの第三 者コンテンツ・プロバイダーによって提供されているものであって、商用目的のために提供されているものではありません。このドキュメントの当コンテンツ は、投資活動を勧誘又は誘引するものではなく、また当コンテンツを取引又は売買を行う際の意思決定の目的で使用することは適切ではありません。当コンテン ツは投資助言となる投資、税金、法律等のいかなる助言も提供せず、また、特定の金融の個別銘柄、金融投資あるいは金融商品に関するいかなる勧告もしませ ん。このドキュメントの使用は、資格のある投資専門家の投資助言に取って代わるものではありません。ロイターは第三者からコンテンツの信頼性を確保するよ う合理的な努力をしていますが、第三者コンテンツ・プロバイダーによって提供されたいかなる見解又は意見は当該第三者コンテンツ・プロバイダー自身の見解 や分析であって、ロイターは、それらを是認せず、またはそれらの正確性についても保証しません。

COLUMN-〔インサイト〕金融危機とイスラム金融、負の連鎖広がらなかった構造の秘密=国際協力銀 吉田氏

http://jp.reuters.com/article/marketsNews/idJPnTK028177220090515

「未 曾有の金融危機の下で、イスラム金融はどうなっているんだ」という質問をよく受ける。米国発の金融不安が各国の金融システムや実体経済にかつて ない規模で悪影響を与えている中、国際金融における新たな潮流として多くの人の知るところとなったイスラム金融は、金融危機の波に飲み込まれてしまったの か、それとも逆風下でも生き残っているのか、あるいは増勢をさらに強めて成長しているのか。

  端的に言えば、イスラム金融は金融危機の影響を大きく受けたと評価してよい。一方、過剰な融資や証券化商品の値崩れなどの影響を受けなかった面も あり、そのためイスラム金融への期待が高まっているのも事実である。本稿では、こうした双方の見方を紹介することで、イスラム金融の最近の実情への接近を 試みる。

  概して、実務家やメディアなどは金融危機の影響による取引量の減少等を、クールにあるいはやや過大に受け止める傾向があるように見受けられる。目 前のビジネスの需要が著しく減少したり、パフォーマンスの絶対水準が下がったりしていれば、やはり厳しい評価とならざるを得ないだろう。データをみても、 2008年イスラム債の発行量は前年比56%超の減少、イスラム株価指数(ダウジョーンズ世界イスラム指数)のパフォーマンスは08年の1年間で39%下 落した。

 筆者自身も、金融危機のイスラム金融への影響を 実感することがある。筆者はこの2年で20回ほど海外での講演に招聘(しょうへい)されているが、 昨年11月にドバイで行われたセミナーは、過去にはあり得なかったほどひっそりとしたものだった。その3カ月くらい前に来た招待状には、いくつかの外資系 金融機関と3つの大手イスラム銀行がスポンサーとして紹介されており、スピーカー陣にもそれらの機関の著名バンカーやその他の業界有力者など15人ほどが 名を連ねていた。

 ところが、セミナー当日に会場を訪れて みると、すべての金融機関がスポンサーから撤退し、残っているのは公的機関と格付会社の2つのみ。スピー カー陣も、来るはずの海外著名人がほとんど来ず、地元関係者が大半。こうした中で、高い費用を払って聴講する参加者の数も限られ、弁護士や公的機関職員が 数名いた程度であった。要するに、スピーカー、スポンサー、聴衆の3者が、いずれも金融危機の影響による経費削減姿勢を主因にセミナー参加に消極的になっ ているのである。

  こうした消極姿勢の影響はイベント主催者自体にも及んでいる。今年4月にニューヨークでのイスラム金融シンポジウムがあるということで年明けに主 催者より講演依頼を受けていたが、その後、スポンサーや聴衆が集まらないため中止するとの連絡があった。同様にマレーシア投資銀行協会やマレーシア・イス ラム金融研究所から講演依頼のあったセミナーも、1度延期された後、開催が見送られた。

 現在はイスラム金融が金融全体に占めるウェートは小さく、コンベンショナル金融(イスラム金融でない普通の金融)の影響を大きく受けやすい構図にある。すなわち、現下の金融危機の下で、イスラム金融が無傷で生き残っているということはない。

 他方、イスラム金融の推進者たる金融当局関係者や原則論に焦点を当てるイスラム経済学者などには、イスラム金融が証券化商品等の損失を原理的に受けない構造となっていることなどから、現状においてもイスラム金融は頑健だとする向きが多い。

  イスラム金融取引の詳細については、拙著「イスラム金融はなぜ強い」(光文社新書)などを参照されたいが、コンベンショナル金融との大きな違いと して、有名な利子の禁止のほか、1)投機的要素が回避される、2)債権の転売などが回避される──などが挙げられる。要するに実体のある経済活動のために 金融取引をすべきというのが教義の基本思想であり、マネーゲームは禁じられるということだ。従って、サブプライムローン(信用度の低い借り手向け住宅ロー ン )関連証券化商品や投機目的のデリバティブ取引などとは無縁なのである。

 こうした性質などをふまえ、著名イスラム経済学者であるウマル・チャプラ氏(イスラム開発銀行研究施設の研究顧問)は「影響は欧米ほど深刻ではなく、イスラム金融を金融危機の救済に活用できる」と指摘した。

 また、マレーシア中央銀行のゼティ総裁も最近の講演で「イスラム金融の基礎となるイスラムの教えは、国際金融システムに重要な示唆を与えてくれる」と述べている。

  前述の通りイスラム金融が金融危機の影響を受けていることは間違いないが、こうした特性に期待する向きが少なくないのも事実である。筆者が前掲書 でも指摘したように、コンベンショナル金融と異なるリスクプロファイルを有するイスラム金融は、ショックに対する頑健性を高め、金融システム全体の安定性 を高めると考えられる。先行き不透明な環境の下、金融市場の行く末を展望する上ではイスラム金融のこうした特性にも注目しておきたい。

 国際協力銀行・国際業務戦略部調査役、早稲田大学ファイナンス研究センター・客員准教授 吉田悦章

 

 (15日 東京)

 * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * 

  <略歴>吉田悦章(よしだ えつあき)ハーバード大学留学を経て一橋大学卒業後、日本銀行入行。国際局、金融市場局、調査統計局などで国際金融市 場・制度や日本経済に関する調査に従事。2007年に国際協力銀行に移り、イスラム金融などを担当。08年から早稲田大大学院ファイナンス研究科でイスラ ム金融を講義。

 * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * 

 このドキュメントにおけるニュース、取引価格、データ及びその他の情報などのコンテンツはあくまでも利用者の個人使用のみのためにロイターの第三 者コンテンツ・プロバイダーによって提供されているものであって、商用目的のために提供されているものではありません。このドキュメントの当コンテンツ は、投資活動を勧誘又は誘引するものではなく、また当コンテンツを取引又は売買を行う際の意思決定の目的で使用することは適切ではありません。当コンテン ツは投資助言となる投資、税金、法律等のいかなる助言も提供せず、また、特定の金融の個別銘柄、金融投資あるいは金融商品に関するいかなる勧告もしませ ん。このドキュメントの使用は、資格のある投資専門家の投資助言に取って代わるものではありません。ロイターは第三者からコンテンツの信頼性を確保するよ う合理的な努力をしていますが、第三者コンテンツ・プロバイダーによって提供されたいかなる見解又は意見は当該第三者コンテンツ・プロバイダー自身の見解 や分析であって、ロイターは、それらを是認せず、またはそれらの正確性についても保証しません。